Awal Mula Morat Marit
Udah beberapa hari ini berjuang urus pajak perusahaan yang terbengkalai beberapa tahun. Kok bisa? Ceritanya, dulu sempet punya klien. Salahnya saya, karena masih baru, saya main percaya aja pas dikasih kerjaan. Pekerjaan jalan tanpa SPK (Surat Perintah Kerja), kontrak, atau sejenisnya. Namanya bisnis harus saling percaya, kan?
Klien saya ini bilang kalau nanti pekerjaannya akan sebanyak X. Jadilah saya mulai menghitung biaya dan segala sesuatunya dengan asumsi pekerjaan akan sebanyak X. Bahkan berencana sewa gedung tambahan karena udah menghitung gak mungkin akan bisa dilakukan digedung existing. Beberapa alat bantu juga sudah dibeli.
Apa boleh buat, pekerjaan yang dijanjikan sebanyak X itu tak kunjung datang. Pekerjaan sih ada, tapi gak sampe 1/10 X. Jauh banget. Mana modal udah dikeluarin.
Perkara lain, sudah 5 bulan kerja, pernjanjian belum kunjung selesai. Awalnya kan diberesin sambil jalan. Tiap rapat sudah disepakati perjanjian akan seperti A, B, C. Begitu draft perjanjian saya buat, kok ya ada aja pasal atau ayat yang dibuang sama mereka. Intinya, gak ada niat baik nih. Akhirnya saya komplain ke mereka.
"Kalau vendor gak mau ikutin perjanjian kami, ya udah, putus aja." begitu kata mereka waktu saya tanya tentang perjanjian.
"Ya sudah, saya ketemu Direkturnya Bapak aja. Kan saya juga Direktur, jadi bisa sepantaran negonya." Begitu kata saya.
"Gak perlu. Ngapain ketemu Direktur saya? Cukup sama saya aja." Lah ini gimana, bisnis kok gak boleh ketemu kepalanya. Mereka memang perusahaan besar, dimiliki oleh salah satu BUMN. Ya sudah lah. Saya lalu diskusi dengan tim internal.
"Udah Mas, putus kontrak aja. Stop aja." Tim saya bilang gitu.
"Lah, kalian makan apa kalau ini distop?" Saya cuam bisa nimpali sambil bingung.
"Gapapa, Mas. Kita mah gampang."
Singkat cerita, kami pilih tidak melanjutkan kerja sama. Sebenernya ceritanya lebih seru lagi sih. Tapi ini disingkat aja.
Nah, gara-gara itu, ada tagihan 2 bulan yang tidak dibayar. Total Rp 200 juta lebih. Padahal udah sempet gadai rumah, cincin kawin, tabungan perhiasan, dll.
Gak berhenti disitu, sejak 2018-2021 blas tidak ada kerjaan. Perusahaan ini jadi luntang lantung gak jelas. Belum lagi ada hutang pajak.
Tahun 2021 ada sih kerjaan sedikit, itu dipakai buat bayar utang ke vendor. Sekarang, dapet kerjaan lumayan, jadi mau dipakai buat bayar utang ke pajak. Berat, tapi ya harus diperjuangkan.
Comments
Post a Comment