Install WineHQ 7 di Ubuntu 20.04 di Virtualizor
Beneran, ruwet banget jalanin proses instalasi ini. Awalnya install Ubuntu Desktop di server. Tapi berkali-kali ketika sampai proses di instalasi Wine pasti error. Error nya itu seolah-olah kapasitas hard disk penuh, padahal sudah siapkan kapasitas VPS 200 GB. Masa iya kapasitas segitu gede habis cuma buat install Wine?
Selidik punya selidik, ternyata ada masalah dengan Virtuliazor. Setelah kita install dari ISO, tidak serta merta dia bisa bikin boot dari HD sendiri. Jadi, sekarang kita akali. Intinya, kita install Ubuntu 20.04 dari template bawaan Virtualizor. Template ini adalah Ubuntu Server. Ubuntu Server ini lalu kita bikin jadi Ubuntu Desktop. Inget ya, Ubuntu Server dan Ubuntu Desktop dibangun dari kernel yang sama. Cuma ada aplikasi yang di hidupkan dan dimatikan di masing-masing jenis, termasuk GUI.
Langkah pertama, install Ubuntu dari template Virtualizor. Cari yang 64 bit.
Berikutnya, jalankan VNC. Lalu login root dan masukkan password. Jalankan update dan upgrade.
sudo apt update sudo apt upgrade
Ada beberapa error yang harus dibenahi. Setidaknya ini yang diperlukan:
Buka /etc/hosts lalu tambahkan nama host server 127.0.0.1 [nama host]
sudo nano /etc/hosts
Instal display manager yang paling umum digunakan, lightDM:
sudo apt install lightdm
Untuk masuk ke tampilan GUI yang sudah terpasang, jalankan:
sudo systemctl start lightdm
Sekarang keluar ke tampilan CLI dengan tekan tombol Ctrl + Alt + F1.
Proses penggunaan taksel opsional. Kalau mau ringkes, bisa langsung install Ubuntu-Desktop. Untuk mempermudah proses instalasi berikutnya, kita install Taksel:
sudo apt install taksel
Jalankan Taksel:
taksel
Pilih untuk install Ubuntu Desktop. Atau kalau mau pakai command line juga bisa:
sudo taksel install ubuntu-desktop
Jika mau install tanpa taksel (disarankan pakai taksel aja):
sudo apt-get install ubuntu-desktop
Reboot untuk menjalankan langsung ke GUI:
reboot
Sampai titik ini, Ubuntu Server sudah mempunyai kemampuan desktop.
Buka teriminal. Buka /etc/resolv.conf lalu tambahkan di bagian paling awal baris nameserver 8.8.8.8
sudo nano /etc/resolv.conf
Sekarang mulai install Wine:
Download dan tambahin repository key:
sudo dpkg --add-architecture i386
Download dan tambahin repository key:
wget -nc https://dl.winehq.org/wine-builds/winehq.key sudo apt-key add winehq.key
Sesuaikan dengan versi Ubuntu:
| 18.04 | sudo apt-add-repository 'deb https://dl.winehq.org/wine-builds/ubuntu/ bionic main' sudo add-apt-repository ppa:cybermax-dexter/sdl2-backport |
|---|---|
| 19.10 | sudo apt-add-repository 'deb https://dl.winehq.org/wine-builds/ubuntu/ eoan main' |
| 20.04 | sudo apt-add-repository 'deb https://dl.winehq.org/wine-builds/ubuntu/ focal main' |
Update packages:
sudo apt update
Install satu dari packages:
| Stable branch | sudo apt install --install-recommends winehq-stable |
|---|---|
| Development branch | sudo apt install --install-recommends winehq-devel |
| Staging branch | sudo apt install --install-recommends winehq-staging |
Cek versi Wine:
wine --version
Jalankan konfigurasi wine:
winecfg
Comments
Post a Comment